cabang-cabang ilmu biologi

a. Bioteknologi dan Biologi Molekuler telah berhasil menemukan teknikteknik
untuk Rekayasa Genetika, seperti teknik transfer nukleus, teknik
pemotongan, penyambungan dan penyisipan gen, dimana teknik-teknik
ini bertujuan untuk mencari atau menciptakan jenis tanaman dengan sifat
unggul tertentu (tanaman transgenik). Teknik-teknik rekayasa genetika
seperti ini biasanya dilanjutkan dengan suatu teknik yang disebut Kloning.
Istilah Klon merupakan garis turunan individu-individu yang secara genetik
identik. Klon juga diartikan sebagai usaha membuat satu atau lebih replika
(duplikat) suatu individu, sel, ataupun gen. Pengaplikasian yang sudah
berhasil dilakukan adalah pada terciptanya tanaman budi daya yang
mampu menghasilkan insektisida sendiri, sehingga tanaman tersebut tidak
perlu disemprot insektisida lagi saat di lahan pertanian nantinya. Contoh
jenis tanaman pangan yang telah berhasil di rekayasa dengan tiujuan
tersebut adalah tanaman buah apel, pir, kol/kubis, brokoli, dan kentang.
Teknik rekayasa genetika ini juga sudah berhasil menciptakan tanaman
budi daya yang mampu mengikat nitrogen bebas sendiri dari udara,
47
sehingga tanaman tersebut tidak perlu diberi pupuk nitrogen sintetik lagi
saat di lahan pertanian nantinya. Contoh jenis tanaman yang sudah berhasil
direkayasa untuk tujuan tersebut adalah pada padi dan gandum.
b. Melalui kemajuan di bidang Biologi Molekuler, telah dapat diketahui pula
urutan gen pada genom sel-sel tumbuhan, sehingga para biologiwan dapat
mengidentifikasi urutan-urutan gen tertentu yang bertanggungjawab untuk
perkembangan organ. Dengan demikian para biologiwan dapat
memodifikasi arah perkembangan tanaman yang diinginkan.
Pengaplikasian teknik ini yang sudah berhasil dilakukan adalah telah
terciptanya batang pohon jati yang dapat tumbuh dengan diameter besar
dan lurus.
c. Dengan menggunakan teknik Kultur Jaringan, tanaman yang sudah
diketahui berkhasiat sebagai obat, atau pun tanaman budi daya yang sudah
diketahui keunggulan mutunya, dapat diproduksi dengan waktu singkat,
dalam jumlah yang banyak, tanpa memerlukan lahan yang luas, dan
dengan kondisi steril. Teknik kultur jaringan ini termasuk salah satu usaha
kloning, dimana individu-individu baru yang dihasilkan akan sama persis
atau identik dengan suatu tanaman yang sudah diketahui manfaat maupun
keunggulannya. Adapun contoh-contoh tanaman budi daya yang sudah
berhasil diperbanyak dengan teknik kultur jaringan tersebut antara lain
tanaman kelapa sawit, tanaman anggrek, tanaman pisang barangan, dan
wortel.
d. Teknik Mutasi Buatan merupakan usaha merubah susunan atau jumlah
materi genetik/DNA dengan menggunakan radiasi sinar radioaktif (sinar
X, alpha, beta dan gamma) atau dengan senyawa kimia (kolkisin). Teknik
mutasi dengan sinar gamma biasanya ditujukan untuk menghasilkan bijibiji
tanaman padi dan palawija, agar berumur pendek (cepat dipanen),
hasilnya banyak dan tahan terhadap serangan hama wereng. Selain itu,
terdapat teknik mutasi buatan lainnya, yakni teknik perendaman biji-biji
tanaman perkebunan dan pertanian dalam senyawa kolkisin, senyawa
ini menyebabkan tanaman mempunyai buah yang besar dan tidak berbiji;
misalnya buah semangka, pepaya, jeruk, dan anggur tanpa biji, seperti
pada gambar 22 berikut. Namun sayangnya tanaman ini tidak dapat
menghasilkan tanaman baru sebagai keturunannya, karena buah-buahan
yang dihasilkan tidak memiliki organ reproduksi yaitu biji. Lalu
bagaimanakah caranya bila kita menghendaki buah-buahan tanpa biji lagi?
Ya benar, kita harus memulai lagi dari perendaman biji-biji (benih) dari
buah yang memiliki biji, dengan senyawa kolkisin. Baru kemudian ditanam
dan ditunggu hasil buahnya yang pasti tidak memiliki biji.

Leave a Reply